Senin, 20 Oktober 2014

ciri-ciri organisasi

ciri-ciri organisasi
Menurut Berelson dan Steiner(1964:55) sebuah organisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  1. Formalitas, merupakan ciri organisasi sosial yang menunjuk kepada adanya perumusan tertulis daripada peratutan-peraturan, ketetapan-ketetapan, prosedur, kebijaksanaan, tujuan, strategi, dan seterusnya.
  2. Hierarkhi, merupakan ciri organisasi yang menunjuk pada adanya suatu pola kekuasaan dan wewenang yang berbentuk piramida, artinya ada orang-orang tertentu yang memiliki kedudukan dan kekuasaan serta wewenang yang lebih tinggi daripada anggota biasa pada organisasi tersebut.
  3. Besarnya dan Kompleksnya, dalam hal ini pada umumnya organisasi sosial memiliki banyak anggota sehingga hubungan sosial antar anggota adalah tidak langsung (impersonal), gejala ini biasanya dikenal dengan gejala “birokrasi”.
  4. Lamanya (duration), menunjuk pada diri bahwa eksistensi suatu organisasi lebih lama daripada keanggotaan orang-orang dalam organisasi itu.

Ada juga yang menyatakan bahwa organisasi sosial, memiliki beberapa ciri lain yang behubungan dengan keberadaan organisasi itu. Diantaranya ádalah:
  1. Rumusan batas-batas operasionalnya(organisasi) jelas. Seperti yang telah dibicarakan diatas, organisasi akan mengutamakan pencapaian tujuan-tujuan berdasarkan keputusan yang telah disepakati bersama. Dalam hal ini, kegiatan operasional sebuah organisasi dibatasi oleh ketetapan yang mengikat berdasarkan kepentingan bersama, sekaligus memenuhi aspirasi anggotanya.
  2. Memiliki identitas yang jelas. Organisasi akan cepat diakui oleh masyarakat sekelilingnya apabila memiliki identitas yang jelas. Identitas berkaitan dengan informasi mengenai organisasi, tujuan pembentukan organisasi, maupun tempat organisasi itu berdiri, dan lain sebagainya.
  3. Keanggotaan formal, status dan peran. Pada setiap anggotanya memiliki peran serta tugas masing masing sesuai dengan batasan yang telah disepakati bersama.

Jadi, dari beberapa ciri organisasi yang telah dikemukakan kita akan mudah membedakan yang mana dapat dikatakan organisasi dan yang mana tidak dapat dikatakan sebagai sebuah organisasi.

Unsur – Unsur Organisasi
Unsur dasar yang membentuk suatu organisasi terdiri dari :
1. Anggota organisasi.
Yaitu, Orang-orang yang melaksanakan pekerjaan organisasi, membentuk organisasi serta terlibat dalam beberapa kegiatan primer. Orang-orang ini terlibat juga dalam kegiatan pemikiran-pemikiran yang meliputi konsep-konsep, penggunaan bahasa, pemecahan masalah, dan pembentukan gagasan. Mereka juga terlibat dalam kegiatan-kegiatan perasaan yang mencakup emosi, keinginan, dan aspek-aspek perilaku manusia lainnya yang bukan aspek intelektual. Mereka juga terlibat dalam kegiatan self-moving (mencakup kegiatan fisik). Dan mereka terlibat juga dalam kegiatan elektrokimia yang mencakup brain synaps (daerah kontak otak tempat impuls saraf ditransmisikan hanya ke satu arah).
2. Pekerjaan dalam organisasi
Pekerjaan ini terdiri dari tugas-tugas formal dan tugas-tugas informal. Tugas-tuguas ini menghasilkan produk dan memberikan pelyanan organisasi. Pekerjaan ini ditandai oleh tiga dimensi universl ;
  • Isi
  • Keperluan
  • Konteks
  • Praktik-praktik pengelolaan

Tujuan primer pegawai manejerial adalah menyelesaikan pekerjaan melalui usaha orang lainnya. Manejer membuat keputusan mengenai bagaimana orang-orang lainnya, biasanya bawahan mereka, menggunakan sumber daya yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan mereka. Sebagian manejer membawahi para pekerja yang beroperasi dan sebagian lainnya membawahi manejer-manejer lainnya.
  1. Stuktur Organisasi
    Merujuk kepada hubungan-hubungan antara tugas-tugas yang dilaksanakan oleh anggota-anggota organisasi. Struktur organisasi di entukan oleh tiga variable kunci :
  2. Kompleksitas
  3. Formalisasi
  4. Sentralisasi
  5. Pedoman Organisasi

Adalah serangkaian pernyataan yang mempengaruhi, mengendalikan dan memberi arahan bagi anggota organisasi dalam mengambil keputusan dan tindakan. Pedoman organisasi tersiri atas : pernyataan-pernyataan seperti cita-cita, misi, tujuan, strategi, kebijakan, prosedur dan aturan.

Struktur Organisasi dan Manajemen Perusahaan Bidang Teknologi

Sistem Manajemen dan Organisasi Google


            Google adalah produk dari perusahaan multinasional yang berbasis di Amerika Serikat yang berbasis di bidang teknologi terutama dalam hal internet. Google didirikan olehLarry Page dan Sergey Brin saat masih mahasiswa Ph.D. diUniversitas Stanford pada tanggal 4 September 1998. Mereka mendirikan perusahaan Google dengan misi mengumpulkan informasi dunia dan membuatnya dapat diakses dan bermanfaat oleh semua orang.
            Sejak didirikan sebagai perusahaan yang bergerak di bidang teknologi, pertumbuhan perusahaan ini sangatlah pesat. Dari akuisis, munculnya berbagai produk teknologi, hingga mesin pencarian inti terbesar dan tersebar di seluruh belahan dunia. Hingga saat ini, Google masih eksis sebagai perusahaan yang menjalankan mesin pencarian di internet. Namun saat ini, Google makin eksis menjadi perusahaan teknologi yang tidak hanya berbasis di mesin pencarian. Mulai dari berbagai software dan hardware dibuat, diakuisisi dan dikembangkan oleh Google. Sistem operasi, aplikasi, dan web menjadi andalan bisnis Google hingga detik ini.
            Siapa yang tak kenal dengan Google Chrome, Google Mail, Play Store, Google Drive, Google Search hingga sistem operasi yang menjadi terkenal dan trend saat ini yaitu android adalah buatan dari para teknisi Google. Selain itu, Google juga mengakuisisi beberapa web yang tersohor yaitu Youtube dan Blogger. Selain itu, Google diperkirakan oleh pengamat teknologi mempunyai jutaan server pusat data di seluruh dunia. 

         Memang jika saya lihat di beberapa gambar di Google, memang struktur keorganisasian mereka dibuat cukup rapi dan baik. Setiap jabatan tinggi maupun rendah diisi oleh orang atau individu yang sudah berpengalaman dan mampu untuk mengemban tugas di jabatannya tersebut. Selain itu, dengan manajemen yang terintegrasi, perusahaan Google berkembang dengan sangat pesat walaupun di usianya yang ke 16 tahun. Selain itu, Google melayani penggunanya dengan mengembangkan produk yang cepat dan mudah dalam menemukan, membuat, mengatur dan berbagi informasi. Mereka menempatkan premi pada produk yang penting bagi banyak orang dan memiliki potensi untuk meningkatkan hidupnya. Beberapa manfaat utama yang Google tawarkan meliputi Kelengkapan dan Relevansi, Objektivitas, Akses Global, Kemudahan Penggunaan, Relevan, Informasi Komersial yang berguna, Meningkatkan Web, dan Akses Platform Multipel.
   Bentuk Organisasi Goggle Inc. menganut model sistem terbuka, yaitu dimana variabel atau peristiwa eksternal memainkan peran penting dalam menjelaskan apa yang terjadi dalam sebuah organisasi (Allen & Sawhney, 2010). Tergambar dari misi dan nilai yang diusung Google Inc., bahwa perusahaan ini sangat terpengaruh pada faktor eksternal terutama pada penggunanya, sehingga baik misi maupun nilai yang ada pada perusahaan selalu mengutamakan para penggunanya di posisi pertama.
Hubungan Google Inc. dengan pengguna dan lingkungan eksternal lain yang sangat mempengaruhi Google Inc. terlihat pada Gambar 3. Google memiliki tanggung jawab untuk mengelola kegiatannya untuk kepentingan stakeholder. Stakeholder tidak hanya meliputi pemegang saham perusahaan, tetapi juga karyawan, pelanggan, pemasok, asosiasi perdagangan, dan masyarakat. Keputusan Google juga dapat dipengaruhi oleh pemerintah, kelompok aktivis, media, dan tanggung jawab Google Inc. sendiri kepada orang-orang yang dilayani. Setiap stakeholder memiliki hubungan dengan Google dan hubungan ini adalah sumber daya stakeholder untuk mempengaruhi keputusan Google.
Budaya kerja yang dibawa Larry Page dan Sergey Brin sebagai pendiri, sebagian besar mempengaruhi kepemimpinan dalam perusahaan. Pada tahun 2001 , mereka merekrut Eric Schmidt, yang memiliki beberapa gelar di bidang teknik. Meskipun terdapat anggapan dengan bergabungnya Eric Schmidt menjadi kombinasi yang tidak biasa, namun latar belakang teknis dan bisnis yang ada justru menjadi kunci keberhasilan Schmidt di Google. Sebagai CEO baru, peran Schmidt termasuk memberikan pengawasan bisnis serta membangun infrastruktur korporat yang dibutuhkan untuk mempertahankan pertumbuhan cepat Google sebagai suatu perusahaan. Page, Brin , dan Schmidt menjalankan perusahaan sebagai tiga serangkai karena mereka percaya bahwa "Penilaian bersama dan energi ekstra dari kami bertiga telah secara signifikan meningkatkan manfaat Google."
Google juga mempekerjakan manajer dalam posisi unik yang perusahaan lain mungkin tidak dimiliki oleh perusahaan lain. Google menyewa Chief Culture Officer, Stacy Sullivan Savides , pada tahun 2006 untuk membantu menjaga karakteristik atmosfer start-up mereka. Mereka juga memiliki Kepala Internet Evangelist dan Pengusaha Distinguished staf untuk membantu mengidentifikasi dan memungkinkan teknologi baru. Para manajer ini memastikan Google tetap inovatif .
            Google juga membuat suatu mekanisme manajemen dan struktur organisme yang orang dunia katakan menyenangkan. Hal ini dapat dilihat dari kantor Google di California yang bertemakan fun. Hal ini juga memengaruhi kinerja para pegawai yang bekerja didalamnya menjadi lebih inovatif dan kreatif. Hal inilah juga yang membuat beberapa perusahaan terutama di bidang teknologi agar para pekerjanya menjadi inovatif dan tidak menjadi pekerja stagnan dengan hasil yang begitu-gitu saja. Selain itu, metode ini juga membuat Google dapat berkembang pesat hingga dapat merasakan dampak dari hasil buah karya para innovator dan pegawai handal yang bermanfaat di kerhidupan kita sehari-hari bahkan sedetik-detik

Hubungan Antara Manajemen , Tata Kerja dan Organisasi

Hubungan Antara Manajemen , Tata Kerja dan Organisasi

Hubungan Antara Manajemen,Organisasi dan Tata Kerja adalah Manajemen adalah suatu proses yang dilakukan untuk mencapai suatu tujuan dan untuk mencapai tujuan tersebut di perlukan ada nya suatu organisasi dan suatu tata kerja untuk mengatur jalan nya organisasi dengan baik agar mendapatkan tujuan yang maksimal.
Hubungan Timbal Balik Antara Manajemen, Organisasi dan Tata Kerja
1. Manajemen dan Organisasi
Manajemen adalah proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerjasama antar manusia. Rumusan tersebut mengandung pengertian adanya hubungan timbale balik antara kegiatan dan kerjasama disatu pihak dengan tujuan di pihak lain.
Untuk dapat mencapai tujuan terasebut maka perlu dibentuk suatu organisasi yang pada pokoknya secara fungssional dapat diartikan sebagai sekelompok manusia yang dipersatukan dalam suatu kerjasama yang efisien untuk mencapai tujuan. Sehingga dapat dikatakan bahwa fungsi organisasi adalah sebagai alat dari manajemen untuk mencapai tujuan. Jadi, dalam rangka manajemen maka harus ada organisasi, demikian eratnya dan kekalnya (consistency) hubungan antara manajemen dan organisasi.
2. Manajemen dan Tata Kerja
Tata kerja atau metode adalah satu cara bagaimana (how) agar sumber – sumber dan waktu yang tersedia dan amat diperlukan dapat dimanfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan tepat pula.
Dengan tata kerja yang tepat mengandung arti bahwa proses kegiatan pencapaian tujuan sudah dilakukan secara ilmiah dan praktis, disamping itu pemakaian tata kerja yang tepat pada pokoknya ditujukan untuk :
  1. a) Menghindari terjadinya pemborosan di dalam penyalahgunaan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.
  2. b) Menghindari kemacetan-kemacetan dan kesimpangsiuran dalam proses pencapaian tujuan.
  3. c) Menjamin adanya pembagian kerja, waktu dan koordinasi yang tepat.
Jadi hubungan antara manajemen dan tat kerja dapat dilukiskan seperti dibawah ini :
Manajemen : Menjelaskan perlunya ada proses kegiatan dan pendayagunaan sumber-sumber serta waktu sebagai factor-faktor yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan.
Tata Kerja : Menjelaskan bagaimana proses kegiatan itu harus dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.
3. Manajemen, Organisasi, dan Tata Kerja
Eratnya hubungan atau hubungan timbal balik antara ketiga hal tersebut adalah sebagai berikut :
  • Manajemen : Proses kegiatan pencapaian tujuan melalui kerja sama antar manusia.
  • Organisasi : Alat bagi pencapaian tujuan tersebut dan alat bagi pengelompokkan kerja sama.
  • Tata kerja : Pola cara-cara bagaimana kegiatan dan kerjasama tersebut harus dilaksanakan sehingga tujuan tercapai secara efisien.
Dari konsep tersebut, jelaslah bahwa baik manajemen, organisasi maupun tata kerja ketiganya diarahkan kepada tercapainya tujuan

SISTEM MANAJEMEN DAN SISTEM ORGANISASI

SISTEM MANAJEMEN DAN SISTEM ORGANISASI
Secara sederhana organisasi dapat diberi pengertian sebagai suatu system yang saling berpengaruh antar orang dalam kelompok yang bekerjasama dalam mencapai tujuan bersama. Lengkapnya dapat dinyatakan sebagai suatu kesatuan sosial dari sekelompok manusia yang saling berinteraksi menurut pola tertentu, sehingga setiap anggotanya memiliki fungsi dan tugas masing-masing, utamanya lagi kesatuan tersebut mampunyai batas-batas yang jelas sehingga dapat dipisahkan secara tegas dari lingkungannya.
Terdapat dua pendekatan dalam mendefinisikan sistem, yaitu:
a. Pendekatan yang menekankan pada prosedurProsedur adalah urut-urutan yang tepat dari tahapan-tahapan instruksi yangmenerangkan apa (what) yang harus dikerjakan, siapa (who) yang mengerjakannya, kapan (when) dikerjakan, dan bagaimana (howmengerjakannya. Disini, sistem dianggap sebagai suatu jaringan kerja dariprosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untukmelakukan kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu. (FitzGerald,dalam Jogiyanto, 2005) 
b. Pendekatan yang menekankan pada elemen dan atau komponen sistem. Sistem dianggap sebagai sekumpulan elemen yang saling berinteraksi satudengan yang lain untuk mencapai suatu tujuan tertentu. (Cushing, Davis,Murdick, Fuller, Ross, etc). McLeod (2004: 9) juga menyebutkan bahwa sistemadalah sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang samauntuk mencapai suatu tujuan. Pendekatan ini sifatnya lebih luas dan lebih banyakditerima oleh berbagai kalangan.
Secara umum tujuan dari pengembangan aplikasi administrasi dan manajemen keorganisasian ini adalah sebagai berikut:
  1. Terciptanya sebuah perangkat lunak yang dapat mengolah data – data yang diperlukan dalam pengelolaan organisasi
  2. Membantu pengelolaan data keanggotaan
  3. Membantu pengelolaan data kegiatan
  4. Membantu pengelolaan data inventaris yang dimiliki oleh organisasi
  5. Membantu pengelolaan data persuratan baik surat masuk beserta disposisi nya dan surat keluar
  6. Membantu pengelolaan arsip dokumen fisik yang berkaitan dengan organisasi, anggota maupun kegiatan. Dengan diterapkannya proses pengelolaan arsip secara digital, maka dapat membantu pengelolaan arsip menjadi lebih aman dan mudah bila sewaktu-waktu diperlukan
  7. Membantu dalam pembuatan berbagai laporan pengolahan data, keuangan secara cepat dan akurat
  8. Membantu dalam pengolahan data persuratan baik arus surat masuk maupun surat keluar
  9. Membantu meningkatkan kualitas , efisiensi, dan efektifitas kinerja manajemen organisasi melalui penerapan sistem baru berbasis komputer
  10. Membantu meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam hal penguasaan teknologi informasi