HAL YANG DIBUTUHKAN UNTUK MEMBENTUK SEBUAH ORGANISASI
A. Latar Belakang.
Manusia sering disebut mahluk sosial karena tidak dapat berdiri
sendiri melainkan saling tergantung kepada orang lain. Manusia dalam
kehidupan sehari-hari lebih cenderung mengatur dan mengorganisasi
hampir setiap kegiatannya untuk mencapai tujuan tertentu dengan bantuan
orang lain. Hal tersebut yang membuat manusia harus masuk dalam suatu
organisasi, untuk mencapai tujuannya diperlukan adanya kerjasama antar
anggota dalam suatu organisasi.
Organisasi adalah sebuah perkumpulan atau kelompok yang terdiri dari
beberapa indifidu yang mempunyai gagasan dan tujuan sama untuk
tercapainya suatu harapan atau sasaran yang ingin di capai dalam waktu
yang sudah di tentukan dalam kelompok tersebut. Biasanya suatu
organisasi mempunyai aturan–aturan tertentu yang sudah disepakati dan
harus dipatuhi.
Dunia sekarang ini yang berkembang dengan cepat dan semakin maju.
Dikarenakan itu sebagai manusia dituntut untuk mempunyai rasa tanggung
jawab dan jiwa kepemimpinan didalam diri. seseorang bisa membuat
organisasi yang baik dengan ketentuan yang bisa dijadikan landasannya.
Didalam suatu organisasi tanpa adanya nilai & visi maka akan buruk
organisasi tersebut. begitu juga tanpa adanya misi maka suatu organisasi
akan bingung untuk apa suatu organisasi itu dibuat tanpa misi yang
jelas. selain itu dalam beroganisasi pun ada aturan guna mendisiplinkan
anggota dalam organisasi guna tidak terjadi konflik kepentingan.
Dalam organisasi perlunya aspek profesionalisme dijadikan acuan motifasi
keterampilan, dalam mengembangakan organisasi tanpa itu organisasi akan
banyak mengalami masalah. Insetif aspek yang sangat harus kita jalankan
agar tidak lamban dan ketinggalan dalam persaingan dalam berorganisasi.
Agar berjalan suatu organisasi maka sumber daya yang baik harus ada
dalam suatu organisasi, untuk memberika hasil yang baik dalam
berorganisasi. Suatu organisasi harus mempunyai program kerja agar tidak
salah langkah dalam menjalankan suatu organisasi.
B. Masalah.
Dewas ini banyak berkembang organisasi–organisasi dimasyarakat, akan
tetapi hanya sedikit sekali organisasi yang bertahan dan berjalan dengan
baik dalam waktu lama. Banyaknya permasalahan yang muncul dalam
berorganisasi memicu pembubaran organisasi, masalah yang sering kali ada
yaitu tidak berjalannya program yang telah direncanakan sehingga tidak
mencapai tujuan organisasi tersebut. Bisa juga karena kurang kompak
dalam menjalankan program yang telah dibuat, maka dari itu dalam
organisasi harus punya rasa kekeluargaan yang tinggi, seperti punya rasa
memiliki, saling bekerja sama.
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka dapat dirumuskan
masalah yang akan dibahas pada makalah ini yaitu “Bagaimana Membentuk
Organisasi Yang Dikatakan Baik”.
C. Landasan Teori.
Organisasi (Yunani: ὄργανον, organon – alat) adalah suatu kelompok orang
dalam suatu wadah untuk tujuan bersama. Baik dalam penggunaan
sehari-hari maupun ilmiah, istilah ini digunakan dengan banyak cara.
Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai
bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan
manajemen. Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi
(organizational studies), perilaku organisasi (organizational
behaviour), atau analisa organisasi (organization analysis). Terdapat
beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok satu
sama lain, dan ada pula yang berbeda.
Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana
orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis,
terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan
sumber daya organisasi yaitu seperti uang, material, mesin, metode,
lingkungan, sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang
dipergunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan yang telah
ditentukan. Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi
sebagai berikut.
• Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan
yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar
tujuan bersama.
• James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
• Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu
sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
• Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (etity)
sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang
relatif dapat diidentifikasikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif
terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok
tujuan.
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek
seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan
perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat.
Karena sebuah organisasi yang baik adalah organisasi yang dapat diakui
keberadaannya oleh masyarakat yang ada disekitarnya, keberadaan ini
tentunya berupa suatu kontribusi yang diberikan sebuah organisasi
tersebut. Kontribusi-kontribusi tersebut bisa berupa pengambilan sumber
daya manusia dalam negeri sebagai anggota-anggotanya, sehingga angka
pengangguran yang meningkat tiap tahunnya dapat ditekan seminimal
mungkin. Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu
keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti
keanggotaan seumur hidup. Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi
perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat
mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi
secara relatif teratur.
Dalam berorganisasi setiap individu dapat berinteraksi dengan semua
struktur yang terkait baik itu secara langsung maupun secara tidak
langsung kepada organisasi yang mereka pilih. Agar dapat berinteraksi
secara efektif setiap individu bisa berpartisipasi pada organisasi yang
bersangkutan. Dengan berpartisipasi setiap individu dapat lebih
mengetahui hal-hal apa saja yang harus dilakukan. Pada dasarnya
partisipasi didefinisikan sebagai keterlibatan mental atau pikiran dan
emosi atau perasaan seseorang di dalam situasi kelompok yang
mendorongnya untuk memberikan sumbangan kepada kelompok dalam usaha
mencapai tujuan serta turut bertanggung jawab terhadap usaha yang
bersangkutan. Keterlibatan aktif dalam berpartisipasi, bukan hanya
berarti keterlibatan jasmaniah semata. Partisipasi dapat diartikan
sebagai keterlibatan mental, pikiran, dan emosi atau perasaan seseorang
dalam situasi kelompok yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan
kepada kelompok dalam usaha mencapai tujuan serta turut bertanggung
jawab terhadap usaha yang bersangkutan. Ada tiga buah unsur penting yang
menurut Keith Davismemerlukan perhatian khusus dalam partisipasi.
• Unsur pertama, bahwa partisipasi atau keikutsertaan sesungguhnya
merupakan suatu keterlibatan mental dan perasaan, lebih daripada
semata-mata atau hanya keterlibatan secara jasmaniah.
• Unsur kedua adalah kesediaan memberi sesuatu sumbangan kepada usaha
mencapai tujuan kelompok. Ini berarti, bahwa terdapat rasa senang,
kesukarelaan untuk membantu kelompok.
• Unsur ketiga adalah unsur tanggung jawab. Unsur tersebut merupakan
segi yang menonjol dari rasa menjadi anggota. Hal ini diakui sebagai
anggota artinya ada rasa “sense of belongingness”.
D. Pembahasan Masalah.
Pada awal perkembangan jaman, manusia adalah mahluk individu. Dengan
bertambahnya manusia dan tuntutan hidup dalam bermasyarakat. manusia
mulai merasakan perlunya berorganisasi karena adanya tujuan dan
cita-cita yang sama. Perkembangan organisasipun semakin kompleks ketika
jumlah anggota semakin banyak dan ditambah lagi dengan jumlah anggota
yang tersebar di berbagai tempat. Untuk itu perlu penanganan yang baik
dan terencana.
Menurut saya ada beberapa faktor yang mempengaruhi sebuah organisasi dapat berjalan dengan baik,yaitu :
Management.
Management menyangkut bagaimana kita mengatur dan mengolah sumber daya
perusahaan agar dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya demi kepentingan
anggotanya.
System.
Manajemen yang baik memerlukan sistem yang dapat menunjang berjalannya operasional perusahaan.
Human Resources ( Sumber Daya Manusia ).
Manajemen atau System tidak akan berjalan dengan baik jikalau sumber
daya manusia tidak dapat mendukungnya. Untuk itu diperlukan tenaga
professional yang dapat mendukung berjalannya sebuah organisasi.
Teknologi Informasi.
Seperti kita ketahui perkembangan teknologi informasi sudah menjadi
salah satu komponen penting dalam organisasi. Baik itu dalam menunjang
operasional perusahaan ataupun sebagai lembaga pembelajaran anggotanya
yang mungkin kita kenal sekarang dengan istilah e-learning organization
bahkan knowledge-based organization.
Baik organisasi waralaba ataupun non waralaba sama-sama membutuhkan
penanganan yang professional agar tujuan dan cita-cita perusahaan dapat
tercapai. Merevisi diri mungkin kata yang tepat agar arah tujuan
organisasi selalu dapat diperbaharui.
Penanganan organisasi non waralaba mungkin berbeda jauh dalam hal
pelaksanaannya karena diperlukan kesadaran dari anggotanya. Dalam
menjalankan organisasi non waralaba ada 2 faktor yang mungkin perlu
dipertimbangkan.
Dana Operasional.
Seperti kita ketahui setiap kegiatan organisasi hampir-hampir tidak
pernah terlepas dengan apa yang disebut dana. Tanpa dana hampir mustahil
sebuah kegiatan organisasi dapat dilaksanakan.
Sumber Daya Manusia.
Kerelaan dari anggota untuk menjadi tenaga operasional sangat diperlukan
baik itu untuk menjalankan kegiatan sehari – hari ataupun kegiatan
organisasi yang bersifat eksidental.
Kerjasama yang baik bisa menjadi awal sebuah organisasi bisa berjalan
dengan lancar dan baik,di samping itu juga perlu adanya komunikasi yang
baik pula. Tanpa ada kerjasama dan komunikasi yang baik,sebuah
organisasi tidak akan bisa bertahan lama, padahal suatu organisasi yang
baik dilihat petama kali dari bisa bertahan lama ¨tidak cepat bubar¨
atau sebaliknya ¨konsisten¨.
Hal-hal yang menunjang organisasi bisa di katakan baik atau sukses adalah :
Kepemimpinan, tanpa adanya pemimpinan yang punya sikap tanggap, tegas,
tanggung jawab, kemampuan yang lebih, dan konsisten dengan tanggung
jawab. sebuah organisasi tidak akan bisa maju dan baik.
Anggota atau pengurus di masing-masing program, jika kepengurusan
tidak bisa menjalankan tugas dan kewajiban dengan baik organisasi juga
tidak akan maju atau konsisten.
Tempat atau kantor, sebuah organisasi yang baik juga di tunjukan dengan adanya sebuah kantor atau tempat ¨punya kantor¨.
Jaringan, ini juga termasuk salah satu yang menunjang organisasi
itu di katakan baik, banyaknya jaringan yang di bangun ini semakin
menunjukan organisasi itu bisa di katakan organisasi yang baik atau
maju.
Komunikasi dalam organisasi, jika dalam satu ruang organisasi tidak
ada komunikasi yang baik, bahkan tidak ada keterbukaan dalam satu ruang
yang beda pemikiran juga beda tujuan. sehingga tidak ada penyelesaian
atau jalan keluar untuk memecahkan suatu masalah. organisasi itu tidak
akan bisa bekerja dengan maksimal dan hasilnya juga tidak maksimal.
Managemen, organisasi yang baik managemennya juga harus baik, tersusun dengan rapi dan terorganisir dengan baik.
Budaya dalam keorganisasian, yang di maksud dengan budaya disini
adalah kebiasaan-kebiasaan yang ada dalam organisasi. entah itu
kebiasaan yang baik atau kebiasaan yang tidak baik, seperti tidak ada
keseriusan dalam menjalankan tugas, mengabaikan waktu yang sudah menjadi
kesepakatan ¨tidak tepat waktu¨, tidur di waktu jam kerja, dan
lain-lainnya.
Masih banyak hal-hal yang menunjang sebuah organisasi itu bisa lebih
baik, ini hanya beberapa hal saja yang bisa menunjang sebuah organisasi
menjadi baik. Pengalaman saya dalam berorganisasi selama ini, banyak
kelemahan-kelemahan yang tidak di mengerti dalam organisasi itu sendiri
¨tidak ada kaca benggala ¨, kebanyakan organisasi yang tidak bisa
bertahan lama itu karena tidak punya tujuan atau konsep dan tarjet yang
jelas ,seperti organisasi kepemudaan, dan organisasi masyarakat yang
lainnya. Dalam berorganisasi harus punya rasa kekeluargaan yang tinggi,
seperti punya rasa memiliki, saling bekerja sama, dan yang lainnya.
Bisa disimpulkan bahwa organisasi yang baik adalah organisasi yang bisa
konsisten dan punya hasil yang konkrit. Tanpa hasil yang konkrit
organisasi itu tidak bisa dikatakan organisasi yang baik, karena
semuanya hanyalah sebuah program tanpa penyelesaian. disamping itu juga
harus konsisten organisasi yang tidak konsisten ¨macet di tengah
perjalanan¨ berarti organisasi itu gagal menjalankan program itu juga
tidak baik.
Agar suatu partisipasi dalam organisasi dapat berjalan dengan efektif,
membutuhkan persyaratan-persyaratan yang mutlak yaitu waktu. Untuk dapat
berpatisipasi diperlukan waktu. Waktu yang dimaksudkan disini adalah
untuk memahamai pesan yang disampaikan oleh pemimpin. Pesan tersebut
mengandung informasi mengenai apa dan bagaimana serta mengapa diperlukan
peran serta. Bilamana dalam kegiatan partisipasi ini diperlukan dana
perangsang, hendaknya dibatasi seperlunya agar tidak menimbulkan kesan
“memanjakan”, yang akan menimbulkan efek negatif.
Subyek partisipasi hendaknya relevan atau berkaitan dengan organisasi
dimana individu yang bersangkutan itu tergabung atau sesuatau yang
menjadi perhatiannnya. Partisipasi harus memiliki kemampuan untuk
berpartisipasi, dalam arti kata yang bersangkutan memiliki luas lingkup
pemikiran dan pengalaman yang sama dengan komunikator, dan kalupun belum
ada, maka unsur-unsur itu ditumbuhkan oleh komunikator. Partisipasi
harus memiliki kemampuan untuk melakukan komunikasi timbal balik,
misalnya menggunakan bahasa yang sama atau yang sama-sama dipahami,
sehingga tercipta pertukaran pikiran yang efektif atau berhasil.
Bila partisipasi diadakan untuk menentukan suatu kegiatan hendaknya
didasarkan kepada kebebasan dalam kelompok, artinya tidak dilakukan
pemaksaan atau penekanan yang dapat menimbulkan ketegangan atau gangguan
dalam pikiran atau jiwa pihak-pihak yang bersangkutan. Hal ini
didasarkan kepada prisnsip bahwa partisipasi adalah bersifat persuasif.
Dari sini dapat diambil pengertian bahwa suatu partisipasi dalam
organisasi menekankan pada pembagian wewenang atau tugas-tugas dalam
melaksanakan kegiatan-kegiatannya. Dengan pembagian tugas tersebut
dimaksudkan agar dalam pengaplikasian tugas-tugas itu dapat lebih
efektif serta terstruktur secara jelas.
E. Penutup.
Kesimpulan.
Jadi berdasarkan pembahasan tersebut bisa saya simpulkan ternyata
untuk membentuk suatu organisasi yang baik. perlu didasari dengan suatu
tujuan dan aturan-aturan yang harus dibuat, dan dijalankan bersama-sama
dengan anggota lainnya yang didasari rasa kekeluargaan. Agar dalam
organisasi tersebut tidak gampang dijumpai masalah-masalah karena
perdebatan perbedaan pikiran di antara para anggota.
Saran.
Sebagai manusia kita sangat memerlukan orang lain, maka dari itu
perlunya membuat suatu organisasi. Keuntungan yang didapat dalam membuat
organisasi atau masuk dalam organisasi itu sangat banyak. Sikap dan
mental kepemimpinan akan tumbuh dengan sendirinya jika kita menjadi
anggota suatu organisasi. Mengikuti organisasi secara aktiv walaupun
hanya berperan kecil didalamnya, karena jika tugas kecil bisa dikerjakan
dengan baik maka tugas penting nantinya pasti anda bisa kerjakan juga.
belajarlah dari masalah yang kecil dahulu maka akan membuat mental anda
semakin kokoh untuk modal hidup anda kemasa yang akan datang.
SUMBER :
http://elnow.wordpress.com/2011/11/14/membentuk-organisasi-yang-baik/