Selasa, 23 Desember 2014

CARA MEMPENGARUHI ORANG LAIN DALAM ORAGNISASIONAL



·         Rational Persuasion: Adalah siasat meyakinkan orang lain dengan menggunakan argumen yang logis dan rasional. Seorang dokter yang memberi nasehat kepada pasien yang perokok berat, dengan menjelaskan efek buruk merokok bagi paru-paru dan hasil penelitian yang membuktikan bahwa para perokok lebih rentan menderita penyakit kronis lain. Adalah salah satu contoh rational persuasion ini.
·         Inspiration Appeals Tactics: Adalah siasat dengan meminta ide atau proposal untuk membangkitkan rasa antusias dan semangat dari target person. Contoh nyata penerapannya adalah, seorang menteri yang membawahi departemen komunikasi dan informasi (kominfo), yang membuka kesempatan kepada seluruh komunitas IT untuk membuat proposal dan ide tentang pengembangan e-government di suatu negeri.
·         Consultation Tactics: Terjadi ketika kita meminta target person untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan yang kita agendakan. Misalnya adalah menteri kominfo diatas yang kembali berkonsultasi kepada seluruh komunitas IT di suatu negeri dalam upaya mengajak partisipasi aktif dalam implementasi cetak biru e-government yang telah diproduksi oleh departemennya.
·         Ingratiation Tactics: Adalah suatu siasat dimana kita berusaha untuk membuat senang hati dan tentram target person, sebelum mengajukan permintaan yang sebenarnya. Sendau gurau seorang salesman terhadap langganan, pujian seorang pimpinan terhadap bawahan sebelum memberi tugas baru, ataupun traktiran makan seorang partner bisnis adalah termasuk dalam ingratiation tactics ini.
·         Personal Appeals Tactics: Terjadi ketika kita berusaha mempengaruhi target person dengan landasan hubungan persahabatan, pertemanan atau hal yang bersifat personal lainnya. Kita bisa mengimplementasikannya dengan memulai pembicaraan misalnya dengan, “Budi, saya sebenarnya nggak enak mau ngomong seperti ini, tapi karena kita sudah bersahabat cukup lama dan saya yakin kamu sudah paham mengenai diri saya …”
·         Exchange Tactics: Adalah mirip dengan personal appeal tactics namun sifatnya adalah bukan karena hubungan personal semata, namun lebih banyak karena adanya proses pertukaran pemahaman terhadap kesukaan, kesenangan, hobi, dsb. diantara kita dan target person.
·         Coalition Tactics: Adalah suatu siasat dimana kita berkoalisi dan meminta bantuan pihak lain untuk mempengaruhi target person. Strategi kemenangan karena jumlah pengikut dipakai dalam siasat ini.
·         Pressure Tactics: Terjadi dimana kita mempengaruhi target person dengan peringatan ataupun ancaman yang menekan. Seorang komandan pasukan yang memberi ancaman penurunan pangkat bagi prajuritnya yang mengulangi kesalahan serupa. Adalah contoh implementasi pressure tactics ini.
·         Legitimizing Tactics: Adalah satu siasat dimana kita menggunakan otoritas dan kedudukan kita untuk mempengaruhi target person. Presiden yang meminta seorang menteri untuk menyusun rancangan undang-undang, kepala sekolah yang meminta guru menyusun kurikulum pendidikan adalah beberapa contoh penerapan legitimizing tactics.
http://romisatriawahono.net/2006/02/06/teknik-mempengaruhi-orang-lain/

PENYEBAB KONFLIK



1. Perbedaan Antarperorangan

Perbedaan ini dapat berupa perbedaan perasaan, pendirian, atau pendapat. Hal ini mengingat bahwa manusia adalah individu yang unik atau istimewa, karena tidak pernah ada kesamaan yang baku antara yang satu dengan yang lain.

Perbedaan-perbedaan inilah yang dapat menjadi salah satu penyebab terjadinya konflik sosial, sebab dalam menjalani sebuah pola interaksi sosial, tidak mungkin seseorang akan selalu sejalan dengan individu yang lain. Misalnya dalam suatu diskusi kelas, kamu bersama kelompokmu kebetulan sebagai penyaji makalah. Pada satu kesempatan, ada temanmu yang mencoba untuk mengacaukan jalannya diskusi dengan menanyakan hal-hal yang sebetulnya tidak perlu dibahas dalam diskusi tersebut. 

Kamu yang bertindak selaku moderator melakukan interupsi dan mencoba meluruskan pertanyaan untuk kembali ke permasalahan pokok. Namun temanmu (si penanya) tadi menganggap kelompokmu payah dan tidak siap untuk menjawab pertanyaan. Perbedaan pandangan dan pendirian tersebut akan menimbulkan perasaan amarah dan benci yang apabila tidak ada kontrol terhadap emosional kelompok akan terjadi konflik.



2. Perbedaan Kebudayaan

Perbedaan kebudayaan memengaruhi pola pemikiran dan tingkah laku perseorangan dalam kelompok kebudayaan yang bersangkutan. Selain perbedaan dalam tataran individual, kebudayaan dalam masing-masing kelompok juga tidak sama.

Setiap individu dibesarkan dalam lingkungan kebudayaan yang berbeda-beda. Dalam lingkungan kelompok masyarakat yang samapun tidak menutup kemungkinan akan terjadi perbedaan kebudayaan, karena kebudayaan lingkungan keluarga yang membesarkannya tidak sama. Yang jelas, dalam tataran kebudayaan ini akan terjadi perbedaan nilai dan norma yang ada dalam lingkungan masyarakat. Ukuran yang dipakai oleh satu kelompok atau masyarakat tidak akan sama dengan yang dipakai oleh kelompok atau masyarakat lain. Apabila tidak terdapat rasa saling pengertian dan menghormati perbedaan tersebut, tidak menutup kemungkinan faktor ini akan menimbulkan terjadinya konflik sosial. 

Contohnya seseorang yang dibesarkan pada lingkungan kebudayaan yang bersifat individualis dihadapkan pada pergaulan kelompok yang bersifat sosial. Dia akan mengalami kesulitan apabila suatu saat ia ditunjuk selaku pembuat kebijakan kelompok. Ada kecenderungan dia akan melakukan pemaksaan kehendak sehingga kebijakan yang diambil hanya menguntungkan satu pihak saja. Kebijakan semacam ini akan di tentang oleh kelompok besar dan yang pasti kebijakan tersebut tidak akan diterima sebagai kesepakatan bersama. Padahal dalam kelompok harus mengedepankan kepentingan bersama. Di sinilah letak timbulnya pertentangan yang disebabkan perbedaan kebudayaan.

Contoh lainnya adalah seseorang yang berasal dari etnis A yang memiliki kebudayaan A, pindah ke wilayah B dengan kebudayaan B. Jika orang tersebut tetap membawa kebudayaan asal dengan konservatif, tentu saja ia tidak akan diterima dengan baik di wilayah barunya. Dengan kata lain meskipun orang tersebut memiliki pengaruh yang kuat, alangkah lebih baik jika tetap melakukan penyesuaian terhadap kebudayaan tempat tinggalnya yang baru.



3. Bentrokan Kepentingan

Bentrokan kepentingan dapat terjadi di bidang ekonomi, politik, dan sebagainya. Hal ini karena setiap individu memiliki kebutuhan dan kepentingan yang berbeda dalam melihat atau mengerjakan sesuatu. Demikian pula halnya dengan suatu kelompok tentu juga akan memiliki kebutuhan dan kepentingan yang tidak sama dengan kelompok lain. Misalnya kebijakan mengirimkan pemenang Putri Indonesia untuk mengikuti kontes ‘Ratu Sejagat’ atau ‘Miss Universe’. Dalam hal ini pemerintah menyetujui pengiriman tersebut, karena dipandang sebagai kepentingan untuk promosi kepariwisataan dan kebudayaan. 

Di sisi lain kaum agamis menolak pengiriman itu karena dipandang bertentangan dengan norma atau adat ketimuran (bangsa Indonesia). Bangsa Indonesia yang selama ini dianggap sebagai suatu bangsa yang menjunjung tinggi budaya timur yang santun, justru merelakan wakilnya untuk mengikuti kontes yang ternyata di dalamnya ada salah satu persyaratan yang mengharuskan untuk berfoto menggunakan swim suit (pakaian untuk berenang).



4. Perubahan Sosial yang Terlalu Cepat di dalamMasyarakat

Perubahan tersebut dapat menyebabkan terjadinya disorganisasi dan perbedaan pendirian mengenai reorganisasi dari sistem nilai yang baru. Perubahan-perubahan yang terjadi secara cepat dan mendadak akan membuat keguncangan proses-proses sosial di dalam masyarakat, bahkan akan terjadi upaya penolakan terhadap semua bentuk perubahan karena dianggap mengacaukan tatanan kehidupan masyarakat yang telah ada. Sebenarnya perubahan adalah sesuatu yang wajar terjadi, namun jika terjadinya secara cepat akan menyebabkan gejolak sosial, karena adanya ketidaksiapan dan keterkejutan masyarakat, yang pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya konflik sosial.

Contohnya kenaikan BBM, termasuk perubahan yang begitu cepat. Masyarakat banyak yang kurang siap dan kemudian menimbulkan aksi penolakan terhadap perubahan tersebut.


Minggu, 23 November 2014

HAL YANG DIBUTUHKAN UNTUK MEMBENTUK SEBUAH ORGANISASI


HAL YANG DIBUTUHKAN UNTUK MEMBENTUK SEBUAH ORGANISASI

A. Latar Belakang.
Manusia sering disebut mahluk sosial karena tidak dapat berdiri sendiri melainkan saling tergantung kepada orang lain. Manusia dalam kehidupan sehari-hari lebih cenderung mengatur dan mengorganisasi hampir setiap kegiatannya untuk mencapai tujuan tertentu dengan bantuan orang lain. Hal tersebut yang membuat manusia harus masuk dalam suatu organisasi, untuk mencapai tujuannya diperlukan adanya kerjasama antar anggota dalam suatu organisasi.
Organisasi adalah sebuah perkumpulan atau kelompok yang terdiri dari beberapa indifidu yang mempunyai gagasan dan tujuan sama untuk tercapainya suatu harapan atau sasaran yang ingin di capai dalam waktu yang sudah di tentukan dalam kelompok tersebut. Biasanya suatu organisasi mempunyai aturan–aturan tertentu yang sudah disepakati dan harus dipatuhi.
Dunia sekarang ini yang berkembang dengan cepat dan semakin maju. Dikarenakan itu sebagai manusia dituntut untuk mempunyai rasa tanggung jawab dan jiwa kepemimpinan didalam diri. seseorang bisa membuat organisasi yang baik dengan ketentuan yang bisa dijadikan landasannya. Didalam suatu organisasi tanpa adanya nilai & visi maka akan buruk organisasi tersebut. begitu juga tanpa adanya misi maka suatu organisasi akan bingung untuk apa suatu organisasi itu dibuat tanpa misi yang jelas. selain itu dalam beroganisasi pun ada aturan guna mendisiplinkan anggota dalam organisasi guna tidak terjadi konflik kepentingan.
Dalam organisasi perlunya aspek profesionalisme dijadikan acuan motifasi keterampilan, dalam mengembangakan organisasi tanpa itu organisasi akan banyak mengalami masalah. Insetif aspek yang sangat harus kita jalankan agar tidak lamban dan ketinggalan dalam persaingan dalam berorganisasi. Agar berjalan suatu organisasi maka sumber daya yang baik harus ada dalam suatu organisasi, untuk memberika hasil yang baik dalam berorganisasi. Suatu organisasi harus mempunyai program kerja agar tidak salah langkah dalam menjalankan suatu organisasi.
B. Masalah.
Dewas ini banyak berkembang organisasi–organisasi dimasyarakat, akan tetapi hanya sedikit sekali organisasi yang bertahan dan berjalan dengan baik dalam waktu lama. Banyaknya permasalahan yang muncul dalam berorganisasi memicu pembubaran organisasi, masalah yang sering kali ada yaitu tidak berjalannya program yang telah direncanakan sehingga tidak mencapai tujuan organisasi tersebut. Bisa juga karena kurang kompak dalam menjalankan program yang telah dibuat, maka dari itu dalam organisasi harus punya rasa kekeluargaan yang tinggi, seperti punya rasa memiliki, saling bekerja sama.
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka dapat dirumuskan masalah yang akan dibahas pada makalah ini yaitu “Bagaimana Membentuk Organisasi Yang Dikatakan Baik”.
C. Landasan Teori.
Organisasi (Yunani: ὄργανον, organon – alat) adalah suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama. Baik dalam penggunaan sehari-hari maupun ilmiah, istilah ini digunakan dengan banyak cara. Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik, psikologi, dan manajemen. Kajian mengenai organisasi sering disebut studi organisasi (organizational studies), perilaku organisasi (organizational behaviour), atau analisa organisasi (organization analysis). Terdapat beberapa teori dan perspektif mengenai organisasi, ada yang cocok satu sama lain, dan ada pula yang berbeda.
Organisasi pada dasarnya digunakan sebagai tempat atau wadah dimana orang-orang berkumpul, bekerjasama secara rasional dan sistematis, terencana, terorganisasi, terpimpin dan terkendali, dalam memanfaatkan sumber daya organisasi yaitu seperti uang, material, mesin, metode, lingkungan, sarana-parasarana, data, dan lain sebagainya yang dipergunakan secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Menurut para ahli terdapat beberapa pengertian organisasi sebagai berikut.
• Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
• James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
• Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
• Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (etity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Karena sebuah organisasi yang baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat yang ada disekitarnya, keberadaan ini tentunya berupa suatu kontribusi yang diberikan sebuah organisasi tersebut. Kontribusi-kontribusi tersebut bisa berupa pengambilan sumber daya manusia dalam negeri sebagai anggota-anggotanya, sehingga angka pengangguran yang meningkat tiap tahunnya dapat ditekan seminimal mungkin. Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup. Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.
Dalam berorganisasi setiap individu dapat berinteraksi dengan semua struktur yang terkait baik itu secara langsung maupun secara tidak langsung kepada organisasi yang mereka pilih. Agar dapat berinteraksi secara efektif setiap individu bisa berpartisipasi pada organisasi yang bersangkutan. Dengan berpartisipasi setiap individu dapat lebih mengetahui hal-hal apa saja yang harus dilakukan. Pada dasarnya partisipasi didefinisikan sebagai keterlibatan mental atau pikiran dan emosi atau perasaan seseorang di dalam situasi kelompok yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan kepada kelompok dalam usaha mencapai tujuan serta turut bertanggung jawab terhadap usaha yang bersangkutan. Keterlibatan aktif dalam berpartisipasi, bukan hanya berarti keterlibatan jasmaniah semata. Partisipasi dapat diartikan sebagai keterlibatan mental, pikiran, dan emosi atau perasaan seseorang dalam situasi kelompok yang mendorongnya untuk memberikan sumbangan kepada kelompok dalam usaha mencapai tujuan serta turut bertanggung jawab terhadap usaha yang bersangkutan. Ada tiga buah unsur penting yang menurut Keith Davismemerlukan perhatian khusus dalam partisipasi.
• Unsur pertama, bahwa partisipasi atau keikutsertaan sesungguhnya merupakan suatu keterlibatan mental dan perasaan, lebih daripada semata-mata atau hanya keterlibatan secara jasmaniah.
• Unsur kedua adalah kesediaan memberi sesuatu sumbangan kepada usaha mencapai tujuan kelompok. Ini berarti, bahwa terdapat rasa senang, kesukarelaan untuk membantu kelompok.
• Unsur ketiga adalah unsur tanggung jawab. Unsur tersebut merupakan segi yang menonjol dari rasa menjadi anggota. Hal ini diakui sebagai anggota artinya ada rasa “sense of belongingness”.
D. Pembahasan Masalah.
Pada awal perkembangan jaman, manusia adalah mahluk individu. Dengan bertambahnya manusia dan tuntutan hidup dalam bermasyarakat. manusia mulai merasakan perlunya berorganisasi karena adanya tujuan dan cita-cita yang sama. Perkembangan organisasipun semakin kompleks ketika jumlah anggota semakin banyak dan ditambah lagi dengan jumlah anggota yang tersebar di berbagai tempat. Untuk itu perlu penanganan yang baik dan terencana.
Menurut saya ada beberapa faktor yang mempengaruhi sebuah organisasi dapat berjalan dengan baik,yaitu :
 Management.
Management menyangkut bagaimana kita mengatur dan mengolah sumber daya perusahaan agar dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya demi kepentingan anggotanya.
 System.
Manajemen yang baik memerlukan sistem yang dapat menunjang berjalannya operasional perusahaan.
 Human Resources ( Sumber Daya Manusia ).
Manajemen atau System tidak akan berjalan dengan baik jikalau sumber daya manusia tidak dapat mendukungnya. Untuk itu diperlukan tenaga professional yang dapat mendukung berjalannya sebuah organisasi.
 Teknologi Informasi.
Seperti kita ketahui perkembangan teknologi informasi sudah menjadi salah satu komponen penting dalam organisasi. Baik itu dalam menunjang operasional perusahaan ataupun sebagai lembaga pembelajaran anggotanya yang mungkin kita kenal sekarang dengan istilah e-learning organization bahkan knowledge-based organization.
Baik organisasi waralaba ataupun non waralaba sama-sama membutuhkan penanganan yang professional agar tujuan dan cita-cita perusahaan dapat tercapai. Merevisi diri mungkin kata yang tepat agar arah tujuan organisasi selalu dapat diperbaharui.
Penanganan organisasi non waralaba mungkin berbeda jauh dalam hal pelaksanaannya karena diperlukan kesadaran dari anggotanya. Dalam menjalankan organisasi non waralaba ada 2 faktor yang mungkin perlu dipertimbangkan.
 Dana Operasional.
Seperti kita ketahui setiap kegiatan organisasi hampir-hampir tidak pernah terlepas dengan apa yang disebut dana. Tanpa dana hampir mustahil sebuah kegiatan organisasi dapat dilaksanakan.
 Sumber Daya Manusia.
Kerelaan dari anggota untuk menjadi tenaga operasional sangat diperlukan baik itu untuk menjalankan kegiatan sehari – hari ataupun kegiatan organisasi yang bersifat eksidental.
Kerjasama yang baik bisa menjadi awal sebuah organisasi bisa berjalan dengan lancar dan baik,di samping itu juga perlu adanya komunikasi yang baik pula. Tanpa ada kerjasama dan komunikasi yang baik,sebuah organisasi tidak akan bisa bertahan lama, padahal suatu organisasi yang baik dilihat petama kali dari bisa bertahan lama ¨tidak cepat bubar¨ atau sebaliknya ¨konsisten¨.
Hal-hal yang menunjang organisasi bisa di katakan baik atau sukses adalah :
 Kepemimpinan, tanpa adanya pemimpinan yang punya sikap tanggap, tegas, tanggung jawab, kemampuan yang lebih, dan konsisten dengan tanggung jawab. sebuah organisasi tidak akan bisa maju dan baik.
 Anggota atau pengurus di masing-masing program, jika kepengurusan tidak bisa menjalankan tugas dan kewajiban dengan baik organisasi juga tidak akan maju atau konsisten.
 Tempat atau kantor, sebuah organisasi yang baik juga di tunjukan dengan adanya sebuah kantor atau tempat ¨punya kantor¨.
 Jaringan, ini juga termasuk salah satu yang menunjang organisasi itu di katakan baik, banyaknya jaringan yang di bangun ini semakin menunjukan organisasi itu bisa di katakan organisasi yang baik atau maju.
 Komunikasi dalam organisasi, jika dalam satu ruang organisasi tidak ada komunikasi yang baik, bahkan tidak ada keterbukaan dalam satu ruang yang beda pemikiran juga beda tujuan. sehingga tidak ada penyelesaian atau jalan keluar untuk memecahkan suatu masalah. organisasi itu tidak akan bisa bekerja dengan maksimal dan hasilnya juga tidak maksimal.
 Managemen, organisasi yang baik managemennya juga harus baik, tersusun dengan rapi dan terorganisir dengan baik.
 Budaya dalam keorganisasian, yang di maksud dengan budaya disini adalah kebiasaan-kebiasaan yang ada dalam organisasi. entah itu kebiasaan yang baik atau kebiasaan yang tidak baik, seperti tidak ada keseriusan dalam menjalankan tugas, mengabaikan waktu yang sudah menjadi kesepakatan ¨tidak tepat waktu¨, tidur di waktu jam kerja, dan lain-lainnya.
Masih banyak hal-hal yang menunjang sebuah organisasi itu bisa lebih baik, ini hanya beberapa hal saja yang bisa menunjang sebuah organisasi menjadi baik. Pengalaman saya dalam berorganisasi selama ini, banyak kelemahan-kelemahan yang tidak di mengerti dalam organisasi itu sendiri ¨tidak ada kaca benggala ¨, kebanyakan organisasi yang tidak bisa bertahan lama itu karena tidak punya tujuan atau konsep dan tarjet yang jelas ,seperti organisasi kepemudaan, dan organisasi masyarakat yang lainnya. Dalam berorganisasi harus punya rasa kekeluargaan yang tinggi, seperti punya rasa memiliki, saling bekerja sama, dan yang lainnya.
Bisa disimpulkan bahwa organisasi yang baik adalah organisasi yang bisa konsisten dan punya hasil yang konkrit. Tanpa hasil yang konkrit organisasi itu tidak bisa dikatakan organisasi yang baik, karena semuanya hanyalah sebuah program tanpa penyelesaian. disamping itu juga harus konsisten organisasi yang tidak konsisten ¨macet di tengah perjalanan¨ berarti organisasi itu gagal menjalankan program itu juga tidak baik.
Agar suatu partisipasi dalam organisasi dapat berjalan dengan efektif, membutuhkan persyaratan-persyaratan yang mutlak yaitu waktu. Untuk dapat berpatisipasi diperlukan waktu. Waktu yang dimaksudkan disini adalah untuk memahamai pesan yang disampaikan oleh pemimpin. Pesan tersebut mengandung informasi mengenai apa dan bagaimana serta mengapa diperlukan peran serta. Bilamana dalam kegiatan partisipasi ini diperlukan dana perangsang, hendaknya dibatasi seperlunya agar tidak menimbulkan kesan “memanjakan”, yang akan menimbulkan efek negatif.
Subyek partisipasi hendaknya relevan atau berkaitan dengan organisasi dimana individu yang bersangkutan itu tergabung atau sesuatau yang menjadi perhatiannnya. Partisipasi harus memiliki kemampuan untuk berpartisipasi, dalam arti kata yang bersangkutan memiliki luas lingkup pemikiran dan pengalaman yang sama dengan komunikator, dan kalupun belum ada, maka unsur-unsur itu ditumbuhkan oleh komunikator. Partisipasi harus memiliki kemampuan untuk melakukan komunikasi timbal balik, misalnya menggunakan bahasa yang sama atau yang sama-sama dipahami, sehingga tercipta pertukaran pikiran yang efektif atau berhasil.
Bila partisipasi diadakan untuk menentukan suatu kegiatan hendaknya didasarkan kepada kebebasan dalam kelompok, artinya tidak dilakukan pemaksaan atau penekanan yang dapat menimbulkan ketegangan atau gangguan dalam pikiran atau jiwa pihak-pihak yang bersangkutan. Hal ini didasarkan kepada prisnsip bahwa partisipasi adalah bersifat persuasif. Dari sini dapat diambil pengertian bahwa suatu partisipasi dalam organisasi menekankan pada pembagian wewenang atau tugas-tugas dalam melaksanakan kegiatan-kegiatannya. Dengan pembagian tugas tersebut dimaksudkan agar dalam pengaplikasian tugas-tugas itu dapat lebih efektif serta terstruktur secara jelas.
E. Penutup.
 Kesimpulan.
Jadi berdasarkan pembahasan tersebut bisa saya simpulkan ternyata untuk membentuk suatu organisasi yang baik. perlu didasari dengan suatu tujuan dan aturan-aturan yang harus dibuat, dan dijalankan bersama-sama dengan anggota lainnya yang didasari rasa kekeluargaan. Agar dalam organisasi tersebut tidak gampang dijumpai masalah-masalah karena perdebatan perbedaan pikiran di antara para anggota.
 Saran.
Sebagai manusia kita sangat memerlukan orang lain, maka dari itu perlunya membuat suatu organisasi. Keuntungan yang didapat dalam membuat organisasi atau masuk dalam organisasi itu sangat banyak. Sikap dan mental kepemimpinan akan tumbuh dengan sendirinya jika kita menjadi anggota suatu organisasi. Mengikuti organisasi secara aktiv walaupun hanya berperan kecil didalamnya, karena jika tugas kecil bisa dikerjakan dengan baik maka tugas penting nantinya pasti anda bisa kerjakan juga. belajarlah dari masalah yang kecil dahulu maka akan membuat mental anda semakin kokoh untuk modal hidup anda kemasa yang akan datang.

SUMBER :

http://elnow.wordpress.com/2011/11/14/membentuk-organisasi-yang-baik/

CURRICULUM VITAE



CURRICULUM  VITAE

DATA PRIBADI
 

Nama                           : Hary Kharisma Nugraha
Tempat, tanggal lahir  : Majalengka Jawa Barat, 9 Febuari 1995
Jenis Kelamin              : Laki-laki
Tinggi Badan              : 173 cm
Berat Badan                : 65 kg
Agama                        : Islam
Status                          : Belum Menikah
Alamat                        : Jl.h.icang Rt04/02 No.74 cimanggis depok
Email                          : harykharisma916@gmail.com
No. Handphone          : 08568020983

DATA PENDIDIKAN


Formal
(2006-2007)    Sekolah Dasar                         :  Tugu 9 Depok
(2009-2010)    Sekolah Menengah Pertama    :  SMP Negri 8 Depok
(2012-2013)    Sekolah Menengah Kejuruan  :  SMK PKP 2 Jis
Kemampuan Lain
·        * Merakit PC
·        * Membuat Stopmotion

Jelaskan perbedaan-perbedaan dari organisasi niaga dan organisasi sosial ?



      1.      Jelaskan perbedaan-perbedaan dari organisasi niaga dan organisasi sosial ?
      Jawab :
Organisasi niaga adalah Organisasi niaga adalah organisasi yang tujuan utamanya mencari     keuntungan. Dilihat dari pengertiannya pun organisasi niaga dibentuk untuk menghasilkan suatu tujuan untuk mendapatkan sebuah keuntungan terutama dalam bidang niaga itu sendiri.
Organisasi sosial bisa di katakan adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.
      2.      Sebutkan hal-hal yang penting yang di butuhkan untuk membentuk sebuah organisasi ?
       Jawab :
1.      Memiliki hubungan yang luas dengan pihak tertentu
Hubungan dengan pihak tertentu sangat penting demi kelancaran organisasi, pihak lain akan sangat membantu. Organisasi bekerjasama dengan pihak lain memiliki keuntungan yang sama. Misalnya, organisasi program studi teknik informatika mengadakan pameran hasil karya mahasiwa teknik informatika dan mendapat sponsor dari microsoft indonesia. Pameran berjalan dengan baik, sekaligus nama microsoft semakin baik karena membantu mahasiswa dalam berinovasi, orang akan menghargai microsoft.

2.      Mengenali orang yang akan diajak berorganisasi dan lingkungan organisasi
Suatu organisasi tidak dapat disebut sebagai organisasi apabila didalamnya terdiri dari satu individu saja. Mengenali orang di sekitar kita penting, bagaimana kepribadiannya, apakah dia suka tantangan serta hal-hal yang baru. Selanjutnya, apakah orang tersebut suka bekerjasama dalam kelompok. Setiap orang memiliki pribadi yang berbeda-beda, ada yang suka bekerja sendiri, adapula yang suka bekerja dalam satu tim. Orang yang suka bekerjasama dalam satu tim dapat dimasukkan dalam daftar.
lingkungan organisasi berkenaan dengan ruang lingkup organisasi ini, misalnya organisasi kemahasiswaan fakultas bisnis Universitas Kristen Duta Wacana untuk mempersatukan mahasiswa fakultas bisnis. Terkadang organisasi tidak berjalan baik, saat lingkungan tidak mendukung. Organisasi mahasiswa tanpa dukungan kampus akan pudar kemudian menghilang.

3.      Membuat nama organisasi
Nama menjadi hal yang sangat penting dalam sebuah organisasi. Memberikan nama pada sebuah organisasi gampang-susah, harus disesuaikan dengan tujuan organisasi.
4.      Menyusun kegiatan
Dalam hal ini, kegiatan apa saja yang akan dilakukan selama organisasi ini berjalan atau akan menjadi organisasi yang monoton. Penyusunan kegiatan dapat dikerjakan melalui rapat. Kegiatan jangan berbelit-belit, sesuai dengan arah dan tujuan organisasi.
5.      Membagi pekerjaan
Masing-masing anggota inti dalam organisasi memiliki pekerjaan berbeda-beda. Pekerjaan berbeda ini, selanjutnya digabung menjadi kesepahaman. Ketua dan sekretaris memiliki pekerjaan yang berbeda, kemudian menjadi gabungan yang saling terkait. Ketua dan sekretaris bekerjasama dalam pencatatan hasil rapat.
6.      Mencari dana untuk kegiatan
Dana memberikan dampak besar terhadap organisasi. Dana yang tidak cukup membuat organisasi berjalan mundur. Organisasi seperti mahasiswa fakultas bisnis bisa memperoleh dana dengan melakukan kegiatan tertentu seperti menjual makanan di kampus atau memberikan proposal pada fakultas.
7.      Melaksanakan kegiatan
Ketika semua yang dibutuhkan telah terpenuhi, saatnya melaksanakan kegaitan. Misalnya, pertemuan pertama diadakan.